Diantara sarana yang paling bermanfaat untuk sirnanya keguncangan dan kegundahan
manakala seorang hamba tertimpa aneka bencana adalah hendaknya ia berupaya
memandang dan menjadikannya ringan. Yaitu, dengan mengandaikan atau membayangkan
kemungkinan yang lebih buruk dari yang telah terjadi, dan ia kuatkan hatinya
dalam menghadapinya. Jika ia lakukan itu, hendaknya ia berupaya, sejauh
kemungkinanm untuk meringankan apa yang mungkin diringankan . Maka, dengan
penguatan hati dan upaya yang bermanfaat semacam ini akan hilanglah kegelisahan
dan kegundahannya, dan berganti menjadi upaya keras untuk meraih berbagai hal
yang bermanfaat dan menangkis berbagai madharat yang menimpa hamba.
Lalu,
jika ia terhampiri beberapa penyebab ketakutan, penyebab sakit, penyebab
kemiskinan dan ketaktercapainya aneka hal yang disenanginya, hendaklah
menghadapinya dengan tenang dan menguatkan hati dalam menanggung derita cobaan
akan meringankannya dan menghilangkan tekanannya. Terutama jika ia menyibukkan
dirinya untuk menangkis cobaan itu sebatas kemampuannya. Dengan itu, menyatulah
dalam dirinya tekad mengukuhkan batin seiring berupaya yang bermanfaat, yang hal
itu akan membuatnya tidak kalut oleh berbagai musibah. Ia tekan dirinya agar
memperbaharui kekuatannya untuk melawan berbagai cobaan dan bencana, seiring
bersandar dan percaya penuh kepada Allah. Tidak diragukan, bahwa upaya-upaya ini
memiliki manfaat yang sangat agung untuk terwujudnya suatu kegembiraan dan
kelapangan dada, di samping ia pun terus berharap pahala, baik didunia maupun di
akhirat. Hal ini sudah dicoba dan disaksikan keberhasilannya. Bukti-bukti
keberhasilannya bagi mereka yang telah mecobanya banyak sekali.